HOAX VS HOAX, TAFSIR VS TAFSIR

HOAX VS HOAX, TAFSIR VS TAFSIR

Saya memiliki seorang sahabat yang lembut hati, sabar, suaranya selalu terjaga dan tidak pernah meledak-ledak saat kami diskusi, serta begitu telaten menjelaskan sesuatu yang saya kurang faham.

Namun entah kenapa, sejak kasus video yg DENGAN SENGAJA DIRUBAH SECARA DUSTA, beliau jadi tiba-tiba garang dan agresif. Saya tiba-tiba merasa bahwa beliau itu bukan seperti yang selama ini saya kenal.


Entah kenapa, beliau yang demikian sabar dan lembut tiba-tiba dengan semangat mengunggah meme2 penghinaan pada simbol negara, meme2 editan dan DUSTA, berita2 Hoax dan serba palsu. Dan itu bisa beliau lakukan 3 sampai 4 x dalam sehari.

Adakah ini ada hubungannya dg, maaf, uang? Saya jadi teringat dengan para cyber army yang makin marak setiap kali jelang pilpres atau pilkada.

Sayang saya gaptek dan sama sekali tidak ahli IT. Pingin juga sih, ikut2an jadi cyber army bayaran.

Tapi sejujurnya, jauh di kedalaman hati, sy yakin bahwa sobat saya tersebut tetaplah seorang yang baik seperti dulu, sama sekali bukan seperti yang saya prasangkakan.

Semoga saja memang demikian.